Praktek reiki adalah menyalurkan energi kepada orang lain baik jarak dekat atau jarak jauh. Bisa berhadapan muka satu persatu atau dalam jumlah banyak dengan tempat berbeda antara pasien satu dengan pasien lainnya. Itulah pengalaman sehat berkat reiki dan rekan-rekan praktisi yang tergabung dalam paguyuban reiki diĀ alamat ini atau alamat itu atau alamat yang satunya lagi. Dengan menyalurkan energi reiki ini dengan sendirinya terjadilah hubungan eterik antara saya, sehat ala reiki dan teman-teman praktisi reiki dengan pasien.
Tentu Anda bertanya apa itu hubungan eterik? Baik saya jawab bahwa hubungan eterik adalah hubungan emosional yang lumrah terjadi dalam pergaulan sosial dalam hidup ini. Bisa antara Bapak, Ibu dengan anak-anaknya atau keponakannya. Bahkan relasi sosial antara teman sekerja, tetangga dan pergaulan sosial lainnya yang lebih luas bahkan dalam era komputer internet ini pun hubungan eterik antara pengguna internet di satu negara dengan pengguna internet di negara lain pun kerap terjadi dalam hidup keseharian.
Nah hubungan yang lebih spesifik dalam teknik reiki yaitu hubungan eterik,

Simbol Raku bertugas memutuskan hubungan eterik secara cepat.
bermakna sebagai jembatan penghubung antara praktisi reiki dan pasien. Lewat jembatan penghubung ini segala pikiran, emosi, keinginan energi praktisi reiki tersalurkan kepada pasien. Demikian pula sebaliknya hubungan eterik terjadi dari pasien ke praktisi reiki. Dengan kata lain hubungan eterik adalah hubungan komunikasi dua arah saling datang dan pergi antara individu satu dengan lainnya. Bisa juga terjadi lebih dari 2 individu bahkan dalam jumlah tak terbatas.
Karena terjadinya hubungan eterik ini maka pada waktu penyaluran energi reiki ke pasien, praktisi reiki dapat menyerap energi penyakit pasien yang terbuang keluar dari tubuh pasien. Boleh dikatakan praktisi reiki terkena imbasĀ penyakit pasien. Imbas ini tidak saja dialami oleh para penyembuh energi tenaga dalam, prana bahkan para dokter dan perawat yang bekerja di rumah sakit pun gampang dengan mudah terkena imbas energi negative pasien. “Kalau sudah begitu bahaya dong?,” kata teman saya yang sekarang ini sedang hobi berkomunikasi lewat jejaring sosial face book.
Agar badan tetap fit dan sehat bugar sepanjang hari maka ada baiknya praktek reiki dikerjakan setiap hari. Ini dilakukan agar kesehatan praktisi reiki dan menebalnya aura semakin membaik. Lantas cara apa agar imbas dari energi penyakit pasien tidak mencemari praktisi reiki? Cara terbaik adalah dengan tindakan memotong hubungan eterik yang telah terjadi antara praktisi reiki dengan pasien. Caranya adalah mengaffirmasi (niat semata) dengan atau tanpa visualisasi bahwa tangan praktisi reiki adalah pedang. Dengan pedang ini pula maka tangan mengibaskan ke arah bumi (tanah) yang maknanya memutus hubungan eterik dan selanjutnya membuang energi negatif ke dalam bumi.
Melalui gerakan tangan mengibaskan layaknya pedang yang terhunus maka putuslah hubungan eterik antara praktisi dengan pasien. Bagi praktisi reiki yang biasa memakai simbol reiki, maka pemutusan hubungan eterik dapat dilakukan dengan simbol Raku. Simbol ini dibuat di depan dada dan arahkan dari atas ke bawah secara cepat gerakannya layaknya menggambar simbol listrik PLN. Penggambaran simbol Raku dapat pula dibuat hanya dengan teknik visualisasi yang ada dalam pikiran kita.
Untuk keamanan dari pencemaran energi penyakit sebaiknya praktisi reiki juga sering mempraktekkan Teknik Grounding yang maknanya membuang energi penyakit masuk bumi tanpa merugikan mahkluk lain. Dua cara memutus hubungan eterik yaitu menggunakan simbol Raku dan Grounding adalah teknik effektif yang sangat berguna memproteksi tubuh agar tidak tertular energi penyakit pasien yang tersebar di sekitar kita.
Energi penyakit ini tidak saja ada di sekitar rumah sakit bahkan energi penyakit bisa menyebar ke mana-mana lewat perantaraan udara yang kotor. Karena itu proteksi tubuh Anda, sahabat sehat dengan reiki dengan cara yang menurut Anda aman. Anda yang bukan praktisi reiki bisa mengkonsumsi suplemen vitamin atau yang praktisi reiki sudah tahu cara penggunaannya yaitu memutus hubungan eterik sehabis praktek reiki.

Posted by disnak on November 10, 2009 at 10:26 am
Selamat sore pak, link blog bapak sudah saya pasang di blog saya…..
h**p://disnakbengkulu.wordpress.com Bila tidak keberatan bisa kah link saya juga bisa di link di blog bapak vtrediting. sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak.
Posted by Lex dePraxis on Desember 4, 2009 at 4:15 pm
Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih telah berbagi, karena jujur saja saya merasa jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Kesuksesan memang harus dimulai dari dalam, serta dilakukan dengan penuh komitmen.
Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan satu sama lain tentang teori dan proses pengembangan diri. Dan sebagai referensi silang, Anda juga pasti bisa menemukan cerminan lainnya dalam tulisan saya yang berjudul Racun Pengembangan Diri. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja, semoga bisa membantu.
Salam kenal, sobat, senang bertemu dengan sahabat baru yang juga memiliki semangat untuk menginspirasi orang lain.
Lex dePraxis
Unlocked!
Posted by vtrediting on Desember 5, 2009 at 5:42 am
Apa yang saya tulis berdasarkan praktek reiki dalam keseharian saya Mas. Saya hanya ingin hidup sehat saja dan bisa berbagi kepada sesama lewat praktek reiki. Saya rasa banyak juga rekan praktisi reiki dari tradisi lain yang sama-sama membuat blog tentang kesehatan alami menurut versi mereka. Semua ingin berbagi pengalaman bagaimana menemukan kesehatan jasmani yang mumpuni hanya dengan mengakses reiki setiap hari. Terima kasih telah berkunjung ke blogku dan salam sehat ala reiki untuk Anda.